Borgol pengganggu proyek perbaikan jalan!!

Dahulu, kita berteriak bahkan menghujat kepala daerah karena hampir semua akses jalan rusak. Ini karena sudah banyak kecelakaan tunggal, dan menghambat aktivitas ekonomi dan warga.

Pemkab merespon, dengan menggulirkan dana Rp200 miliar dalam APBD. Anggaran itu naik Rp50 miliar dari tahun sebelumnya. Pada Ramadan kemarin, SPK sudah disebar ke pemenang tender. Artinya, pengerjaan proyek jalan sudah dimulai.

Meskipun tidak semua jalan rusak tercover dari dana itu, namun ada itikad baik pemerintah untuk pembenahan jalan. Pemkab, menerapkan sistem bertahap. Seperti programnya INTAN, atau perbaikan infrastruktur berkelanjutan.

Sejumlah titik, kini sudah dibenahi. Celakanya, dari poto dan komentar di FB, ada kesan pelaksanaan proyek asal-asalan, abaikan kwalitas. Ini masalah berikutnya dari soal jalan rusak di negeri ini.

Kalau diliat dari tanggung jawab dan kewajiban, Pemkab sudah tuntas. Sekarang giliran kita, untuk berkontribusi dan meng-konsekwensi-kan diri yang membutuhkan jalan bagus. Caranya, awasi proses pelaksanaan proyek jalan tersebut.

Jika ada indikasi “permainan” jika ada indikasi penyelewengan, catat, potret, laporkan untuk segera diborgol siapapun yang mengagalkan dan menggangu mulusnya jalan.

Ini jalan, jalan kita. Dibangun dan dibenahi dari uang rakyat. Memiliki jalan mulus adalah hak kita, setelah pemkab melaksanakan kewajibannya dengan mengucurkan anggaran. Jadi siapapun yang menggangu hak kita, siapapun yang maen-maen dengan uang rakyat yang dititipkan ke pemerintah untuk perbaikan jalan kita, rakyat seharusnya bertindak.

Sekali lagi, rakyat harus berani mencatat, laporkan siapapun yg maen-maen untuk secepatnya diborgol!!!

Kita butuh jalan mulus, mengawasi proyek jalan bagi kta adalah harus! Percuma anggaran Rp200 M kalau kwalitas jalan buruk…

Wilujeng ngopi….