Kelakuan Kondektur widia ini emang aneh

Pagi ini saya harus meninggalkan kampung halaman (Bantarwaru, Majalengka) lagi. Meskipun tinggal di kampung yg bersebalahan dengan Indramayu, tapi soal transportasi bukan jadi masalah.

Sejak puluhan tahun lalu, ada dua bus untuk trayek Pulogadung dan Bekasi. Karena jalurnya yg berbeda, tidak ada persaingan keduanya. Di hari-hari biasa, untuk dapetin kursi empuk bus, tidak harus berlomba. Tapi beda, jika setelah lebaran.

Ada tradisi unik buat mereka yang mau pake bus. Sejak sore, mereka sudah nyarter kursi. Bukan pesan lewat kondektur atau supir, tapi cabut jok mobilnya atau letakkan barang bawaan di atas, untuk lebih aman dan tidak diserobot.

Demi bangku, saya pun ikut tradisi itu. Maklum saja, saya butuh tiga kursi dan banyak bawa barang. Hasilnya, sesuai target, bisa duduk nyaman di antara penumpang bus widia yang berdiri.

Jam 06.30 mobil bergerak santai, sambil menyisir calon penumpang yang menunggu di sisi jalan. Ada kejadian yang buat saya, ini jarang terjadi dilakukan kondektur pada umumnya.

Dua pemuda tanggung yang menunggu di sisi jalan sambil menikmati rokok, menghentikan bus. Karena bus belum benar2 padat, supir bus menepikan kendarannya. Satu dari pemuda itu masih tampak menjepit rokok di jarinya, sesekali ia tampak menyedot nikmat sigaret itu sambil menuju pintu bus bagian belakang.

Secara replek, si kondektur itu menegur, “Matikan dulu rokoknya” yang dengan cepat perintah itu diikuti si pemuda. Saya katakan, bus ini tidak ada fasilitas AC. Tapi konekdtur berani menegur dan memintanya untuk buang rokok sebelum naik bus.

Buat saya, ini jarang sekali dilakukan kondektur. Yang ada justru sebaliknya. Kalau saja bus itu tak ber-AC, kondektur cuek bebek dengan penumpang merokok. Bahkan yang be-AC sekalipun, kerap kali kita mendapati supir atau kondekturnya merokok.

Sikap si kondektur ini sederhana. Tapi karena keberaniannya, dia sudah melindungi puluhan penumpang lainnya termasuk anak-anak dari asap rokok. Saya, perokok. Tapi paling benci liat penumpang merokok di kendaraan umum….

Salut mang, sampean sopo arane?