jangan menangis, Kartini…

Sehari ultah Kaka, adalah hari bersejarah bagi kaum perempuan, Hari Kartini. Tapi hari ini kaka berangkat sekolah dengan seragam olahraga, atau ga pakai baju kebaya seperti murid-murid SD lainnya.

Di socmed, sudah ramai peringatan hari kartini. Ucapan hari kartini udah mulai padet di timeline dengan gaya bahasa masing-masing. Ada yg dg posting poto selfie, ada juga yang cuma kata-kata sambil ngutip “habis gelap terbitlah terang”.

Saya ga pernah tau kisah RA Kartini ini. Dulu waktu SD, di pelajaran bahasa indonesia yang diinget cuma gambarnya yg dalam bulatan sama lirik lagu Kartini. Di situ Kartini, harum namanya hehehe…

Tapi kalo dari tagline kisah kartini “habis gelap terbitlah terang”, bisa kebaca kalo sosok kartini itu wanita setia, wanita gigih, wanita yang ingin mengembalikan kodrat kewanitaan, wanita yang ingin menempatkan kaum wnaita di posisi mulia, dan lainnya…

Kehebatan sosok kartini inilah, kemudian pada 21 April diperingati sebagai hari kartini. Ini keren loh, ada hari besar yang langsung sebut nama orang, dan kartini satu2nya warga negara yang diperingati setiap tahunnya. Sang Proklamator, Bung Karno pun ga ada Hari Soekarno kan?

Nah kembali ke hari kartini, dalam rangka itu setiap 21 April diperingati hari Kartini. Anak-anak sekolah, khususnya murid SD, biasanya diwajibkan pakai baju kebaya yang diyakini sebagai simbol Kartini. Bahkan di kantor BUMD atau swasta, karyawatinya pakai kebaya.

Sudah kartini kah wanita hari ini? Ini pertanyaan yang rada-rada berat. Tapi sederhana aja sik, kalau ada pertanyaan macem gitu, saya pasti akan jawab: jangan menangis, Kartini…
Iya, semoga Kartini tidak menangis liat wanita hari ini dan esok… Soal wanita hari ini, entahlah saya malah terhipnotis lagu Kang Doel Sumbang: Awewe Daging Sapi ini

Aya awewe jaman ayeuna
Ngaku awewe modern
berkarier penuh obsesi
sagala hayang siga lalaki
ceunah emansipasi
bari utek na teu ngarti
bisnis beurang peuting
bisnis naon duka teh teuing

salaki na di imah ngajaga tulak panto
anak na diasuh
cukup ku suster jeung babu
hayang na mobil mewah ngabelaan jadi runtah
ngarepkeun ti salaki ceunah duitna teu cukup wae
emas berlian renceum ngaku bati tina bisnis
padahal mah hadiah ti rupa-rupa bayawak

awewe nu kieu lain awewe modern
tapi sapi daging peunciteun tukang jagal
nganut emansipasi kaluar tina aturan
montong ngawalan kodrat
bisi ngadon jadi bejad

Eh iya, tadi pas nganter Getsa ke sekolah ada pemandangan yang bikin geli. Ibu muda ini nganter anak gadisnya ke salah satu SD. Dalam rangka hari Kartini, anaknya itu pake kebaya lengkap dengan sanggul. Sungguh luar biasa anggun anak itu dengan dandan itu. Tapi alamak, itu emak muda yang nganternya, pake celana pendek, kaos dengan bagian dada terbuka lebar, dan berkacamata item.

otak usil saya lantas liar: mungkinkah pesan yang ingin disampaikan itu: masih kecil kamu harus pake kebaya nak. Sudah besar, lihat lah mama ini… Hehe

—–
Oke deh met hari Kartini, wanita juga boleh ngopi item…