Heboh aktivitas prostitusi pelajar Subang

1337165PSK-2780x390dalam beberapa pekan terakhir ini, Subang dihebohkan berita investigasi soal aktivitas prostitusi di kalangan pelajar. Setidaknya ada dua media yang menurunkan berita investigasi tersebut, Warta Kota (Kompas Group) dan Merdeka.com. Dua wartawan dari dua media besar itu menurunkan hasil investigasinya dengan term yang sama: prostitusi di kalangan pelajar, namun dari keduanya beda nara sumber.

Baik Warta Kota maupun Merdeka mengambil lokasi investigasi itu di Subang bagian utara. Dengan gaya bahasa masing-masing, mereka menurunkan judul yang bikin merinding. Misalnya Kompas (satu payung dengan warta kota) menurunkan judul: Demi Uang, Neng Tukar Keperawanan dengan Sepeda Motor. judul itu berepisode. Sementara di Merdeka.com menurunkan judul yang gak kalah seremnya: Pagi sekolah, malam jadi lonte

Saya tidak akan membanding pemberitaan dua media besar itu. Saya juga tidak menyangkal dengan berita investigasi itu. Karena faktanya, itu ada. bahkan bisa jadi ada di sekitar kita. dari pemberitaan investigasi itu dan hasil pengalaman peliputan berita kriminal, ada tiga macam aktivitas seks di kalangan remaja (nonnikah). yakni seks komersil, seks yang dilakukan suka sama suka dan kejahatan seks (pemerkosaan). seks komersil, tujuannya jelas: DUIT. sementara pelakunya, siapa saja yang memboking. sementara seks suka sama suka, bisa ditebak, pelakunya adalah mereka yang sedang dimabuk cinta atau sepasang TTM (teman tapi mesra). yang mengerikan justru kejahatan seks alias pemerkosaan. kasus ketiga itu bisa menimpa siapa saja dan pelakunya bisa siapa saja, bahkan orang dalam rumah kita.

CASmntOUgAEcUaOsaya sulit komentar soal ini. Tapi saya teringat dengan salah satu meme yang menyebar di socmed. bnahasanya sederhana, tapi maknanya dalam. punya pesan moral. dalam meme itu ditulis: punya fisik yang cantik itu dijaga baiok-baik, bukannya diumbar ke publik kalau enggak mau dibilang murahan.

saya gak tahu siapa pembuat dan penyebar pertama meme itu. tapi makna yang saya tangkap, di tengah kemajuan jaman dan fenomena socmed yang menggila, tidak sedikit fasilitas itu dimanfaatkan untuk sekedar narsis dengan foto-foto selfie. foto yang disebar, dari mulai yang pakaian tertutup, sampai memaerkan bagian buah dadanya dengan lidah dijulurkan. dalam kehidupan nyata, hari ini sangat mudah didapati wanita dengan pakaian super seksi dan ketat. rok sampai di atas paha, sementara baju seperti sengaja dibiarkan dua kancing bagian atas dibuka.

pada satu sisi, sah saja mensyukuri tubuh seksi yang diberikan Tuhan. namun di sisi lain, saya kira ini mengundang syahwat siapa saja yang melihatnya. ini bukan soal otak mesum. tapi soal tingkat kenormalan kejantanan pria. saya kira, manusia (saat ini) dengan tingkat keimanan top, akan salah fokus ketika melihat wanita dengan pakaian super minim dan ketat.

sepertinya, ungkapan: kejahatan (seks) bukan saja terjadi karena ada niat pelakunya, tapi ada kesempatan, akan tepat digunakan lagi sebagai upaya antisipasi terjadinya kejahatan seks. Sebab tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan bisa menimpa siapa saja, dimanapun dan kapanpun itu saat ada kesempatan. pesan saya, bantu kaum pria untuk menghargai martabatmu dengan engkau menghargai kehormatan dirimu sendiri, neng…

_____________

ditulis waktu ujan 18.3.2015 tanpa kopi item