demi keadilan, pileg resmi diulang

Hari Jumat (2/5/2014) kemarin, Komisi A DPRD Subang memanggil komisioner KPU dan Panwaslu setempat. Salah satu agenda pemanggilan itu, Komisi A mengklarifikasi seputar pelaksanaan pileg.Beberapa menit teng jam 14.00, 3 Komisioner KPU hadir di gedung wakil rakyat, disusul seluruh anggota Panwaslu. Singkat cerita pertemuan tripartit dimulai di ruang paripurna. Baru berjalan beberapa menit, selepas Ketua Komisi A Fajar membuka acara, anggota KPU Cece Rahman interupsi.

“Maaf pimpinan sidang, karena suara yang baru saja disampaikan tidak didengar dengan jelas, mohon kiranya untuk diulang dengan menggunakan mic atau kita pindah saja,” kurang lebih begenong isi interupsinya.

Fajar yang waktu itu pake pakaian serba hitam dan peci kumel, tampak tengsin. Maklum aja, sekelas DPRD mic aja mati, dan doi ga bisa mengoperasikan. Ga lama, fajar nelpon ke seseorang, entah siapa yg ditelpon. Tapi ga lama, rapat akhirnya dipindah ke ruang komisi B.

Singkat cerita, di sebuah meja bundar ukuran besar itu, acara dilanjutkan. Fajar kembali membuka acara. Anggota Panwas dan KPU terlihat ngangguk-ngangguk, ada juga yang sibuk dengan orat-aretnya atau gadgetnya.

Cas cis cus fajar ngomong ke sana kemari, begitu tuntas fajar pamit keluar ruangan. Katanya mau nemuin massa demo, yang pada saat yang sama emang ada demo para bandit. Maman sang komandan KPU, menyampaikan penjelasan, meskipun yang minta penjelasannya tidak ada. Saat KPU memaparkan, tidak ada hal yang mengundang perdebatan.

Tapi pas bagian panwas menjawab seputar dugaan pelanggaran, lumayan riuh juga. Maklum saja pas rapat tripartit, pendemo diajak hadir atas permintaan fajar. Dan apa yang terjadi sodara-sodara?

Anggota DPRD M. Nurwibowo yang jadi media darling dengan statmennya yg suka ceplas-ceplos dan berani. Anggota Fraksi PDIP dengan kumis tipis itu, tiba-tiba interupsi. Dengan suara khas dan berat, Bowo akhirnya menyampaikan unek-uneknya setelah didahului itungan 1, 2, 3: untuk dan demi keadilan, Pemilu harus diulang!!!

Mendadak suasana senyap. Seperti malaikat Izrail lewat, semuanya diam tidak bergerak. Yang nampak hanya gerakan asap rokok yang keluar dari mulut wartawan dan bberapa yang hadir. Suasana benar2 tegang, diam seribu bahasa. Termasuk Bowo. Dari HP terdengar suara musik dalam sbuah film horor. Suara itu bikin suasana semakin horor. (Serius ini bohong hihi)

Bowo yang mengenakan baju putih bergaris, sepertinya tau suasana peserta pertemuan tripartit. Sekali lagi, Bowo tarik nafas dalam-dalam. Kali ini dia berdiri, dan tangan kanan mulai diangkat. Peserta yang hadir memperhatikan antara bagian mulut dan tangan Bowo, atau tertarik dengan gelang warna bening yang biasa dikenakan. Tidka beberapa lama, suara tegas Bowo terdengar: “Ya, untuk dan demi keadilan Pemilu wajib diulang, di 2019 nanti,” sambungnya sambil cengengesan.

Suasanapun langsung cair. Gelak tawapun mulai terdengar. Sementara wartawan kumel yang duduk di pojokan, asik dengan gadgetnya. Entah menulis setiap pembicaraan, maen twitter, facebook-an atau lagi nonton video bokep. Entahlah…

Note:
Mohon maaf jika nama dan tempat kejadian sama, itu semata-mata unsur kesengajaan.
_______
Selamat ngopi item mblo,