alhamdulillah,

BbTEZ2aCIAEbW6DAlhamdulillah, ini kata tertinggi yang saya ucapakan setelah nama saya disebut untuk maju ke depan bersama enam orang/lembaga lainnya guna menerima penghargaan pegiat/lembaga peduli lingkungan pada Kamis (12/12/2013) di Gedung Pramuk, Jl. Brigjen Katamso, Subang.

Saya adalah satu dari tujuh orang penerimaan penghargaan. Oleh Lembaga Advokas Masyarakat Subang (Lam-S) TINTAHIJAU.com dinobatkan sebagai media online peduli lingkungan. Selain saya, mereka yang menerima penghargaan adalah Bupati sebagai pembuatan aturan yang melarang memasang media sosialisasi di pohon, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagai pelaku pelaksana program one bilion tree (obit).

Kepala BLH sebagai pelestari pohon langka (ki tambleg), Dali Kardilan sebagai tokoh masyarakat peduli lingkungan, Camat Subang sebagai pembina penggerak masyarakat peduli lingkungan, Amoy Wardadi sebagai penangkar dann pelestari pohon langka (ki tambleg), dan PT. Pertaminan sebagai BUMN peduli lingkungan.

Sekali lagi, Alhamdulillah, untuk penghargaan dan kepercayaan itu. di usia TINTAHIJAU.com yang memasuki tiga tahun ini, sudah dua kali saya menerima penghargaan. Sebelumanya pada 126 Oktober 2013 lalu, DPRD Subang bekerjasama dengan Forum Mahasiswa Subang Indonesia (Formasi) menmganugrahi saya sebagai pemuda pelopor Subang di bidang Enterpreneur.

Buat saya penghargaan ini cukup berarti. Yups, ketika menengok perjalanan TINTAHIJAU.com dari titik nol hingga saat ini. Buat saya, membindani kelahiran, memebsarkan adalah perjuangan. Kenyataan harus memilih antara “keluarga” dan TINTAHIJAU.com nyaris menjadi konsumsi setiap hari. Bukan semata-mata pilihan, tapi ini pilihan telak: dengan Rp5.000 antara jajan anak atau warnet untuk update berita.

Belum tuntas sampai di situ, menjaga eksistensi, konsistensi, dan konsekwensi adalah perjuangan yang menguras kesabaran. Melangkah dari titik idealisme memberikan hak-hak dasar informasi kepada warga Subang di luar Subang, menjadi nafas kekuatan saat mulai menemui kejenuhan dan kebosanan. Maklum saja di era perintisan harus jatuh bangun menjaga “semangat” ini.

Menengok hari kemarin, membuat kebahagiaan dan kebanggaan atas penghargaan yang diraih ini menjadi sempurna. Sekalipun, dengan penerimaan “äward” itu kerap saja muncul cibiran dan respon nyinyir. Dan itu saya maklumi, karena “ruang” kebencian terhadap personalitas dan ketidak mampuan menggali informasi  lebih dalam serta hanya melihat pada detik ini.

so, thanks utk jutaan pembaca TINTAHIJAU.com, dan ribuan kepala yang senantiasa mendorong untuk saya tetap bnerkarya. Tertinggi, trims untuk tim TINTAHJIJAU.com, percayalah proses akan segera berakhir