perang spanduk

IMG02126-20131030-0952kalau di daerah lain, spanduk caleg, cabup, cagub atau capres, mka di Subang berbeda. spanduk “wilujeng sumping kpk” yang sukses mencuri perhatian warga setempat. ada apa dengan spanduk itu?

pertanyaan itu sampai sekarang belum terjawab. yang menjadi pertanyaan yang menghantui beberapa gelintir orang, sebenarnya bukan itu, tapi siapa yang pasang spanduk itu? pertanyaan itu tentu saja akan menjawab pertanyaan pertama.

jika identitas itu terjawab, maka akan membuat “cauaca subang” bisa redup atau malah panas. taruhlah, jika pemasang spanduk yang masih misterius itu adalah orang atau organ, artinya bisa saja keberadan spanduk itu dimaknai sebagai psy war, msalah tuntas. tapi kalau yang masang itu ternyata “tangan kanan” kpk, nah ini yang bakal rame hehehe

terlepas siapapun yang masang spanduk di beberapoa titik sudut kota itu, oleh orang-orang yang “berkepentingan” tentu saja “bermakna”. maklum, saat ini kejari dan tipikor polres lagi tangani beberapa dugaan kasus korupsi. bukan satu, tapi banyak (lebih drai 3 kasus itu = banyak).

dan sekedar iseng-iseng nengok ke belakang, beberapa hari sebelum spanduk ucapan selamat datang KPK di Subang, lebih dulu muncul spanduk kampanye berantas korupsi yang di dalamnya terpampang logo kpk, polri dan pemkab. baligo itu terpasang di depan kantor Dinas Infokom.

Dalam baligo iutu terang-terangan menyatakan perang melawan korupsi. kurang lebih kalimat di baligo itu: Jujur dan malu adalah awal memberantas korupi. Awas Bahaya Laten Korupsi. Berani jujur hebat dan kalimat Kalau bersih kenapa risih.

buat saya, terlepas ada atau tidak ada spanduk atau baligo macem itu, terlepas siapapun yang pasang alat peraga itu, seharusnya kita lebih hawatir dan jantungan dengan kehadiran Tuhan. kalau saja kita takut dengan KPK, aneh bin ajaib kita santai dan dianggap tidak ada peran dua malaikat yang mengawasi kita.

padahal, setiap detiknya mereka merekam ucapan dan gerak-gerik kita. dan semuanya akan diperdengarkan dipertontonkan di mahkamah persidangan. celakanya lagi, mulut kita terkunci, dan organ tubuh kita lah yang akan memberi saksi. celakanya lagi, mahkamah di akherat nbanti, tidak mengenal kasasi atau peninjau kembali (pk), sebaliknya hukuman sangat dekat dengan kita.

masih berpikir mengacuhkan peran dua malaikat itu?

________

koopi item di warung pingghir jalan, taste-nya megang banget