6 tahun menikahimu

BIS_NSACcAIYX1japapun, alhamdulillah atas penghargaan “Pemuda Pelopor Entreprenuer” ini. terimakasih juga untuk kawan-kawan yang sudah nyokong sata untuk teteap konsisten. Terbesar terimakasih untuk anak-anak dan istri yang iukhlas dan sabar dalam proses ini.

keingetan, sebelum menerima penghargaan itu, beberapa jam sudah dikabari sama panitia. Semua orang tentu bahagia dengan kabar itu. bukan soal penghargannya, tapi karena karya dan dedikasinya diakui. tapi di sisi lain, ada getir ada lara.

siang hari sebelum menerima penghargaan, saya sendiri tak megang sepeserpun rupiah. bahkan akhirnya bisa nikmati sebungkus nasi itu beberapa menit sebelum maghrib, setelah menguatkan mental untuk ngutang di warung sebelah. yes, pokok iso mangan. meskipun di alam bawah sadar, ketawa sendiri. saat “publik mengakui”, yang “diakuinya” justru ripuh hehehe

putar otak, dan akhirnya dapet “subsidi” dari sahabat untuk sekedar ngopi-ngopi jelas pengumuman penghargaan di wisma karya itu. “untuk sekedarnya saja beli gorengan” pesan sahabat itu. ah sudahlah saya tak perlui banyak. setidaknya bisa buat beli udud dan “ngopi-ngopi” temen2 yang ikut bahagia dengan kabar itu.

dan apapun kondisinya, semua sudah terlewati. malam inipun tak bisa tidur, entah apa yang dipikirkan. Tapi selepas adzan shubuh, mata mulai terpejam. Siang harinya, jam 11.00 WIB, istri iseng, bangunin saya. dari bibirnya terucap: selamat ya yah untuk pernikahan kita ke-6, terimakasih untuk jadi anak-anak dan suami. katanya lirih, mendengarnya haru.

yups, penghargaan ini menjadi kado spesial ultah pernikahan kita. sementara “kadeudeuh” yang diterima semalam, bisa untuk bayar utang yang sempat tertunda dan sedikit “pesta” kecil bersama keluarga, dan kebahagiaan bersama teman-teman yang selama ini menyupot hehehehe