Profile TINTAHIJAU.com

tinjauSudah lama sekali mau nulis soal ini. Tapi ga kesampaian mulu. Dan di malam ke-6 Ramadan ini ada waktu senggang untuk menulis sambil nunggu waktu imsak.

Yups! Banyak yang nanya soal nama TINTAHIJAU.com dan apa filosofisnya? Pertanyaannya ringan saja dan sangat biasa. Tapi jawabnya lumayan berat, karena sejatinya, nama TINTAHIJAU.com adalah karena “kecelakaan”.

Yups kecelakaan. Nama pertama yang saya pilih tintamerah. Untuk mengeluarkan gairah dalammenggunakan tinta hehehe. Tapi berhubung itu nama itu sudah terpesan, jadilah tintahijau.com. Setelah nama domain itu berkibar dan banyak berondongan pertanyaan, entah inspirasi, ternyata ada sesuai juga.

Nama TINTAHIJAU itu berasal dari dua kata, tinta dan hijau. Jadi satu-satu harus saya belejetin. Pertama soala pilihan kata tinta. Banyak orang, nyebut dunia jurnalis itu sebagai kuli tinta. Karena mereka bekerja dengan “tinta”, mungkin waktu itu belum ada gedeget. Maka jadilah kuli tinta, sekarang mungkin jd kuli gadget.

Di sisi lain, klaim jurnalis atau wartawan itu jumlahnya menggembirakan, banyak. Mereka berasal dari aneka backgroun dn latar belakang pendidikan. Tapi negatifnya, nama wartawan kadang wajahnya coreng moreng. Karena ga nulis-nulis atau ga bisa nulis. Husnudzon sajalah, mereka ga nulis karena ga ada tinta. Nah dengan nama TINTAHIJAU itu, ada harapan tintanya selalu tersedia, dan nulis beritanya ga ada matinya.

Beres tinta. Sekarang HIJAU. Kenapa hijau? Selain alasan karena pake tintamerah udah terpakai, nama hijau itu cenderung fresh dan menyegarkan. Warna hijau cenderung lebih segar. Dan kata nenek saya, di akherat, sebagai tanda ummat Nabi itu pakai bendera hijau, katanya.

Jadi kalau digabungkan, TINTAHIJAU itu menulis tanpa henti untuk mengabarkan secara cerdas, dan menyegarkan. Segar, bisa saja ga basi. memberitakan tanpa tapi tanpa nanti. Kalo bisa sekarang kenapa nunggu besok.

Nah beberapa waktu lalu, ada mahasiswa S2 UGM riset. Dia nanya-nanya seputar TINTAHIJAU.com. Pertanyaan yang masih nempel sekarang adalah, saat kebanyak media lokal memilih cetak, kenapa Anda pilih online?

Buat saya ini sangat penting, karena selama ini tidak ada yang nanya soal itu. Karena pertanyaan itu berkaitan asbabunnuzul TINTAHIJAU. Ada 2 jawaban untuk menjawab pertanyaan itu.

Yang pertama, untuk mencipta media online, setidaknya kita harus punya basic jurnalis dan blogger. Jika hanya salah satunya saja, maka dijamin itu tidak maksimal. Artinya, kalau basic-nya cuma jurnalis, yes, web itu update, tapi jumlah pemngunjung minim. Karena ada strategi untuk mengundang viewer. Strategi itu, biasanya dimiliki oleh pegiat blog atau blogger.

Kedua basic itu, kebetulan ada di saya hehehe sombong. Tapi emang bener, ya saya jurnalis (dulu SINDO) juga blogger. Sampe sekarang ketua Komunitas Blogger Subang itu masih melekat di saya hehehe… Dengan basic ini saya kira, jadi alasan lahirnya TINTAHIJAU.

Nah dengan modal awal itu, untuk melanggengkan TINTAHIJAU haruspunya tujuan yang saya pikir ini jadi komitmen awal. Nah alasan TINTAHIJAU lahir itu karena idealis saya memberikan hak-hak informasi kepada warga Subang, khususnya yang di luar Subang. Silakan cek di Dinas Tenaga Kerja, berapa ratus ribu warga Subang yang merantau jadi TKI di kota lain dan di negara lain.

Logikanya, jika hanya mengandalkan media cetak, sing demina, moal kaawakan. Karena ruang lingkup pemasaran koran itu sangat terbatas. Untuk koran lokal, misalnya, paling mentok purwakarta-karawang dan balik lagi ke Subang.

Nah dengan missi memberikan kabar tanah kelahiran ke TKI yang menjadi motivasi saya bikin TINTAHIJAU. Karena bagaimanapun, mereka adalah warga Subang, yang soal informasi mereka tidak mendapatkan hak itu. Setelah TINTAHIJAU muncul, respon mereka bagus. Setidaknya dari testimoni mereka yangmerasa terbantu dengan berita TINTAHIJAU.

Kalo soal kaitannya dengan modernisasi dan era digital, itu mah tak usah dibahas. Anak kecil juga tau, untuk akses TINTAHIJAU bisa dari mana saja, kapan saja. Karena berita ada di jari kita, tanpa harus berpeluh, panas-panasan, dan mayar. Apalagi nanti memasuki 2014, yang sepertinya, semuanya sudah hijrah ke online alias internet.

Apa cuma TINTAHIJAU media online di Subang? Tidak banyak, setelah TINTAHIJAU muncul, maka mulai muncul lah media-media online lain. Apa bedanya dengan media online lain? Monggo pembaca yang menilai. Tapi soal kunjungan, TINTAHIJAU sudah punya pembaca tetap. Dari statistik kunjungan, jumlah viewer TINTAHIJAU sudah di atas 5 digit atau di atas 10.000 pembaca perharinya.

Apalagi ya? Hemmmm seruput kopi item dulu deh ya….