Pesan untuk Caleg dan Cabup Subang

Suhu politik di Subang sudah semakin memanas sejalan dengan cuaca di Subang yang dihujani cahaya matahari dengan suhu yang sorak sorai gembira dan cetar membahana. Subang panas! Ya butuh pendingin, atau lari ke gunung lalu nginep di rumah gadis desa heheHalah ngomong opo iki. Okelah todepoint aja. Sekarang suhu politik lagi gairah-gairahnya. Ya untuk Pilbup Subang atau Pemilihan Legislatif. Terlepas dari siapa yang bakal maju resminya, sebagai warga naturalisasi subang yang cinta Subang, boleh lah titip pesan.

Ada beberapa yang harus dipertajam dan ditingkatkan. Berdasarkan penjejakan dan obrolan, inilah pesan untuk mereka yang bakal manggung di event spektakuler .

1. Soal jalan raya, diakui atau tidak ini yang kerap dan sering dikeluhkan warga. Karena mereka rasa, hampir setiap tahun jalan rusak. Atau mereka punya jalan bagus hanya beberapa bulan saja, setelah itu rusak lagi. Padahal setiap tahun dibenahi dengan dana puluhan bahkan ratusan miliaran.
2. Bisnis sampingan. Maksudnya, kata bisik-bisik tetangga, mutasi jabatan, pengangkatan, atau seleksi pns, katanya masih kental transaksi jual beli. Bener ga sih? Meneketehe, saya kan bukan pejabat dan ga pernah ikut test PNS. Tapi ya sudahlah, yakinkan saja ke publik, rarasaan itu ga bener, karena semuanya gratis.

3. Berdayakan komunitas. Njir nyaris salah nulis B jadi P. Ya mungkin juga karena ada yang bilang komunitas di Subang diperdayakan bukan diberdayakan. Banyak juga komunitas yang menitik beratkan keahlian. Ga cuma komunitas yang bau2 uptodate, tapi komunitas seni budaya juga penting juga, biar ga usang.

Berdayakan seperti apa? Ah ga harus dikasih duit, nanti malah manja, dan mendadak menjamur. Cukup difasilitasi saja. Adain event akbar, atau apalah. Karena ternyata, banyak anak-anak komunitas subang yang mencetak prestasi dan bawa harum nama Subang.

4. Soal alih fungsi lahan, nah ini juga penting. Emang sih yang punya lahannya mah ga teriak. Lho wong dia butuh duit, ya suka-suka owner dong, mau dijual atau gak. Lho wong tanah-tanah dia, terserah dia dong, mau dibikin apa dan dimanfaatin juga. Tapi kalo bisa, ya mbok ya, jangan gitu-gitu amat. Moso, lahan padi jadi industri.

Mending gini aja deh, tentuin aja di satu tempat, berapa ribu hektar kek luasnya mah, nah disitu jadi centra industri. Jadi ga pake kata zona industri. Keren kan kedengerannya: kawasan pusat industri Subang.

5. Apalagi ya, masih banyak sih. Tapi ini perut keburu laper. Pesan nasi liwet dan ayam bakar aja deh hehehehe

———
ditulis malam hari sambil nahan lapar