foto bugil cewek subang

Satu hari, menyergaplah titik kejenuhan di tengah rutinitas dan detik-detik berpacu dengan deadline. Otakku melayang di era “kejayaan” ngeblog beberapa tahun lalu. Terlintas untuk untuk bercengkerama dengan eyang gugel…Sasaran tembak, saat berada di halaman teras eyang gugel adalah “Cewek Subang”. Muncullah beribu kalimat yang mengandung dua kata itu. Geser dikit dan perlahan dan beberapa kali nelan ludah, pada satu judul di sebuah blog: “Photo Bugil Cewek Subang”.

Antara rona merah yang keluar dari mata dan degup jantung saling berpacu. Kursor dengan cepat klik judul itu, dan…. Jeng jeng jeng jeng… Sejumlah foto hot marehot terpampang di blog yang isinya gambar2 selangkangan dan dada…

Saya ga bakal sharing alamat blog itu di sini. Tapi untuk sekedar sharing aja, di laman blog itu ada sekitar 15 foto. 1 pake kaos daleman warna pink, dan celana dalam hitam, 2 foto hanya pake celana dalam saja, sisanya total tanpa sehelai benangpun. *Glek nelen ludah yg ke sekian kalinya….

Dari kasat mata, foto-foto yang diambil di atas kasur warna putih dan dinding bercat hijau itu diambil dari kamera dan potograper profesional. Demikian fosenya juga, saya kira, profesional. Dari tidur, telentang, sampai pamer alat vitalnya.

Keukeuh di otak saya, itu bukan anak Subang, saya belum yakin anak Subang seberani itu dan seprofesional itu. Saya ambil satu foto yang masih (setidaknya) lengkap. Beberapa temen bilang, wajah itu familiar, dn (mengarah) menjustifikasi cewek itu asal Subang.

Karena saya pikir foto itu sangat profesional, saya coba cek ke salah seorang kawan potograper. Beruntung dia tidak mengenla wajah itu. Tapi apa lacur, justru saya dibikin mangap. Ternyata, katanya, di Subang ada juga yang suka dipoto dn potograper dengan objek nude! *nelen ludah lagi

Buat saya, terlepas poto-poto di blog itu yes orang subang atau bukan, dan ada model nude atau tidak ada, ada kemirisan yang luar biasa. Melihat foto2 cewek itu saja, ga sadar saya nangis, mebayangin ibunya yang melahirkan, atau nanti anak-anak dan suaminya tau kalo tubuh orang yang dicintainya itu menjadi tontonan banyak orang.

Bugil di Depan Kamera, cepat lambat akan tersiar di dunmay. Dan cepat lambat akan tersiar ke dunia nyata. Apapun alasannya, apakah seni atau bukan, banyak orang termasuk saya akan membaca foto itu dari sisi awam yang tidak menyertakan seni.

Melepas keegoan dari nilai-nilai seni, ya sekali lagi, saya begitu sayang sama siapa saja yang berjenis kelamin wanita. Karena ibu, istri dan 1 anak saya berjenis kelamin wanita.

Sehingga, saya tidak ikhlas jika ada wanita yang dishoot keindahan tubuhnya. Percayalah, apapun motivasinya, jika saja keindahan dan kesempurnaan tubuh wanita yang tersiar di dunmay, menurut saya, akan mengurangi rasa hormat untuk dirinya.

Keluarga, tentu saja akan dipermalukan di masyarakat. Dan, dengan tubuh yang tersiar di dunmay itu, maaf-maaf kata, akan menjadi cibiran orang lain. Jika saja calon suami menerima apa adanya, belum tentu calon mertua menerima. Karena bisa saja camer memahami seni itu ketika mengenakan baju rapih bukan tanpa baju sekalipun.

Celakanya lagi, “dosa” itu akan diwariskan ke anak-anak. Bayangkan, ketika anak beranjak dewasa, dan menemukan foto bugil ibunya semasa muda dulu, betapa terpukulnya anak itu. Dan tentu, tidak ikhlas jika anaknya mengikuti jejak ibunya….

——–
Postingan ini sebagai rasa hormat kepada calon-calon ibu hebat.