Kick Annas!

Kick Annas! Baca kata itu pasti otak kita melayang ke Kick Andi. Karena kata “kick” ini “ditemukan” om Andi kribo itu untuk dijadikan salah satu program unggulan di MetroTV. Lalu apa hubungannya dg kick Annas!? Ga ada hubungannya sama sekali, karena baik Annas maupun om Andi sama-sama meminjam kata tendang dari orang bule.

Terus untuk apa Kick Annas! Sabar aja om, ojo dumeh, alon-alon asal kelakon. Hehehe… Jadi gini, seperti beberapa media lain, baik cetak maupun online, kerap ada tulisan khas dari redaksi. Cuma masing-masing media punya penamaan sendiri.

Nah berkaitan itu soal itu, meski skup-nya hanya Kabupaten, tapi setidaknya saya punya media online, namanya TINTAHIJAU.com, ehem ehem… Nah sudah setahun lebih ini ga ada yang macem itu, apakah pojok redaksi atau dari redaksi atau sejenisnya. Awal-awal tahun pernah ada, namanya “Meja Hijau”, tapi ga jalan oftimal. Mungkin karena meja jadi berat dan ga bisa disuruh jalannya.

Sekarang baru kepikir, kenapa ga bikin mace gitu. Dan, yes semetara baru dapet nama untuk rubriknya, yaitu “Kick Annas!”. Awalnya mau pake nama “jejak Annas” tapi berasa ga nampol, ga nampol namanya, hawatir nanti tulisannya ga nampol juga.

Rubrik itu, rencananya mau dipasang paling pojok bawah sebelah kanan TINTAHIJAU.com. Isinya, opini saya terkait isue atau berita yang menonjol dalam sepekan. Tidak hanya memaparkan atau initisari berita tapi, karena namanya Kick, jadi harus sedikit nendang. Kali-kali aja ada manfaatnya dengan tendangan itu.

Nah kenapa Kick-nya Annas! Kenapa pake nama Annas, bukan Bupati, Ketua DPRD, camat, Kades atau RT misalnya? Jawabannya sederhana dan gampang saja: kalo bupati (dan lainnya) terus siapa yang mau eng-Kick, rakyat?

Wilujeng malam Sabtu
sudahkah Anda minum Kopi Item malam ini…