akhirnya saya single

Jumat (13/9/2012) lalu, hari yang bersejarah buat gue. Setelah sekian lama bersama, siang itu adalah detik-detik yang sangat menyakitkan: perpisahan dengan anak dan istri….

Anak, istri jumat siang itu dianter ke orangtuanya di Pondok Aren. Mereka kangen dengan ortu dan neneknya. Maklum aja, pas mudik lebaran kemarin. Waktunya terbatas, cuma beberapa hari saja.

Sejak itu pula status menjadi single. Saya di subang, keluarga di jakarta. Sejak itu pula, saya memaksa untuk melupakan mereka dan mencoba beradaptasi. Mengingat mereka, sama saja bunuh diri, ora bisa makan minum hehehe

Makanya begitu mereka di Jakarta, saya ga pernah sekalipun nelpon istri. Ketakutan terbesar saya, ngedenger suara jagoan dan bidadariku. Hemmm kebayang, rindu setiap waktu bisa menggebu…

Eh kemarin malam (Rabu, 18/9/2012), pas lagi jenguk temen di Rumah Sakit, istri nelpon. Tau ibunya nelpon yayangnya di Subang (alamak) Getsa langsung nyamber. Ya cilaka 12. Kangen setengah mampus, alih-alih terobati, malah tambah jadi dan menggila.

Nah yang bikin empet itu, pas Getsa bilang: “Ayah kapan kesininya, kerja di Subangnya lama teuing, Kaka mau ikut Ayah” *jleb!!!

|Rabu malam di teras kenangan