kaya tanpa korupsi

Demi sebuah rupiah, kita kadang mengebiri potensi yang kita miliki. Kita lebih bangga disebut sudah bekerja daripada berkarya. karena jelas, kerja selalu bersinggungan dengan materi, sementara karya berujung pada kepuasan…

Wajar, jika tidak sedikit antara pendidikan dengan bidang kerja yang digeluti kadang tidak sesuai. Meskipun itu bukan jadi standar dan ukuran. Tapi faktanya, potensi yang didapat dari bangku pendidikan tidak berkembang.Banyak orang yang berharap kaya, tapi dia memilih pendapatan yang pas-pasan. Tidak sedikit juga yang bosan jadi karyawan, tapi ia malas dengan tantangan. Bagaimana itu semua bisa didapat, ketika memilih jadi “kuli” perusahaan ketimbang kita menjadi usahawan.

Ini karena banyak diantara kita yang malas berproses dan merintis menjadikan potensi yang kita punya itu menjadi sumber penghidupan. Padahal, dengan merintis sejatinya kita sedang menyiapkan diri sebagai usahawan atau jutawan.

Karena apapun, substansinya yang kita lakukan itu hanya cara dan strategi saja memindahkan rizki dari orang lain ke kantong kita. Masalahnya, duit yang mau kita pindahkan banyak, sementara kita sadar uang kantor yg bisa kita pindahkan itu terbatas….

Akhirul kalam, kenapa tidak memulai berproses, dan tentukan berapa gaji yang kita mau? Selamat mencobah!!! Kalo udah sukes, kade fee na nya

_______
Selamat bergalau di malam minggu bagi yang merayakan