ngeblog, bukan sekedar

Siang itu betha resto cukup lengang untuk ukuran tempat makan di subang kota. Tidak ada kelompok lain yang menyambangi, selain kita, orang-orang dengan jidat berstempel blogger Subang.

Halal bi halal, demikian acara yang ngetrend setelah lebaran. demi sebuah trend, saya pun menginisiasi untuk kopi darat (acara sebenarnya mah ini) narablogger. Bukan semata-mata kopi darat, atau tuker akun twitter (yang juga lg ngetren), kopdar kali ini dijadiin sebagai media anjang sono.Maklum saja, sudah hampir setahun kami haitus. Tidak ada kumpul-kumpul dengan jumlah yang cukup besar, lebih dari 3 maksudnya. Maka, halal bi halal atau kopdar itu niatnya untuk reuni tim inti. Ga muluk-muluk, 5 orang yang hadirpun kita jalan.

Tapi faktanya, walah gadalah, sangat ajib, yang hadir bisa 5 kali lipat. Ada sekitar 25 orang yang hadir. “Berkat ramadan” kalau kata ustadz Kiki, blogger dodol (blogger penjual dodol).
Ga cuma itu, semula peserta mau dipungut iuran, tapi bismillah saja, utk gambling saja (setelah bisik2 sama mang ustadz), dan akhirnya, alhamdulillah dapet free dari owner betha. “Hikmah ramadan” kata ustaz Kiki lagi hehehe

Apa yang dihasilkan dari halal bi halal itu? Jeng jeng, papahare timbel komplit, ngeteh bareng, kangen-kangenan, dan kenal-kenalan. Eh iya serius ini kenal-kenalan, karena ada darah muda yang gabung. Mereka bukan orang baru di dunia maia, karena diantara mereka blog-nya sudah cukup rame dengan karya-karya hebat.

Selain itu apalagi? Ya selain itu, udah jadi ciri khas bloggerSubang kali, narablog dikasih PR. Mampus kan? Ya mampus! Biang keladinya mas Yanu. Waktu session sharing, mas Yanu buka luka lama kita hehehe

“Kita pernah rencana bikin buku keroyokan, soal “kenapa kita ngeblog”, tapi karena kesibukan teman-teman, sampai sekarang tertunda,” kata Mas Yanu

Sebenarnya bukan kenapa kita ngeblog mas, tapi Ngeblog bukan hanya dan sekedar hehehe… Yes lontaran mas Yanu itu direspon baik sama jamaah majlis blogeriyah. Itu saya tau, setelah sharing kita beregeser ke group Komunitas Blogger Subang beberapa hari setelah kopdar.

Yang paling semangat mang Tarjum. Dia langsung nulis dan karyanya sudah dikirim ke mas Yanu. Ga kalah semangat juga jeng Sally. Dia merasa tertantang untuk bikin tulisan itu, begitu juga dengan lainnya (kecuali saya kali ya hehehe rieut ku TINTAHIJAU.com mang hehe), sangat antusias untuk bikin keroyokan.

Yes, kalo 10 blogger saja kirim naskah, dijamin bloggerSubang sudah menerbitkan buku. Aslina! Karena mas Yanu, yang sudah menelorkan buku, juga punya penerbitan, Tiga Maha. Jadi ini proyek ril! Kirim naskah, terus edit dikit, trus cetak deh….

Berani dengan tantangan ini? Yang ga berani bukan bloggerSubang, karena moto bloggerSubang: Legeg! Moal Gagal! (Saacana sarebukalimah hahaha…)