Bener, ramadan setan dibelenggu?

Ramadan adalah bulan yang mulia. Saking mulian dan sucinya Ramadan, Allah mengikat para setan dan jin yang durhaka. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup.

Nabi Muhammad SAW, berkata, “Jika malam pertama Ramadan datang, setan-setan dan jin durhaka dibelenggu. Pintu-pintu neraka ditutup, tak satupun yang terbuka. Pintu-pintu surga dibuka, tak satupun yang tertutup.” (HOUR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Makna hadis ini antara lain adalah Allah melindungi kaum muslimin di bulan Ramadan. Allah membuka pintu seluas-luasnya untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan umat dari perbuatan maksiat.
Karena itu, setan takkan bebas mendatangi, menggoda, dan merayu manusia. Tidak sebagaimana bebasnya mereka datang setiap waktu di hari-hari di luar Ramadan.

Banyak sekali amal kebajikan yang dilakukan umat Islam saat Ramadan. Bersedekah, meyantuni anak yatim, memberi buka, salat tarawih, tahajud dan dzikir. Amal kebajikan inilah yang sebenarnya bisa membelenggu setan sehingga tidak punya kesempatan menggoda orang-orang yang berpuasa.

Meskipun setan terbelenggu, toh tetap saja banyak manusia yang tergoda. Godaan akan selalu muncul meski tak segencar pada bulan-bulan di luar ramadan sebagai ujian bagi umat Islam. Karena itu, jadikanlah Ramadan sebagai bulan untuk menguji keimanan dan ketakwaan di tengah terbelenggunya setan dan jin.

—-
Jadi, betul setan dan jini terbelenggu? Atau syahwat kita yang harus dibelenggu? Hehehe *piss ah