kecanduan narkoba!

Menjadi pengetahuan umum di kalangan ahli jiwa, psikolog atau psikiater bahwa kecanduan akan rokok menjadi pintu masuk bagi kecanduan narkotika dan obat-obat terlarang. Itulah sebabnya jumlah perokok dalam sebuah kelas atau sekolah bisa menjadi indikasi potensi masuknya narkoba ke sekolah-sekolah.

Hal lain soal rokok dan narkoba yang perlu kita pahami adalah bahwa untuk para praktisi neuro science keduanya bukan sekadar soal kecanduan, tetapi merupakan bagian dari perilaku (behavour), sehingga cara penanggulanganya juga bisa dilakukan dengan merubah perilaku, salah satunya dengan membudayakan kegiatan menulis.

Ini karena menulis juga merupakan perilaku selain kompetensi, dengan meminjam toeri behaviuorim, kita bisa merubah perilaku buruk menjadi perilaku berguna, kita bisa merubah kebiasaan merokok dan mengonsumsi narkoba dengan perilaku menulis. Ini lah tantangan dari judul makalah ini.

Menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan, tidak melulu dituntut hasil dan dituangkan dalam sebuah media profesional. Sebagai pemula, tuntutan yang melekat adalah menuangkan semua yang ada di otak tentang apapun yang terekam tanpa harus memikirkan hasil akhir.

Demikian media yang akan menampung tulisan pun tidak harus terjebak dengan media yang selama ini kita kenal. Karena dalam perkembangannya (sejak beberapa puluh tahun lalu), banyak fasilitas online yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi “media” yang kita kelola sendiri dan menampung karya kita.

Media tersebut, biasa dikenal dengan istilah “Blog”. Dalam pemahaman sederhanan blog sebagai diari maya yang bisa diisi apa saja dan tulisan tentang apa saja. Nara bloger kerap mengkiyaskan, kepribadian dan kecenderungan blogger itu akan terlihat dari blog-nya.