blogger Subang dan ahmad fuadi

20 Mei 2012 punya 3 arti sekaligus buat saya. Pada satu hari ini, ada surprise bisa ketemu dengan kawan-kawan BloggerSubang (yg tidak pernah terencana), ketemu penulis buku best seller Negeri 5 Menara dari hari ulang tahun istri tercintah.


Tiga suprise itu, adalah bagian dalam hidup saya. Blogger Subang, di situlah kita berhimpun, menguatkan missi, mengurai mimpi dan berdedikasi. Teringat betul pada beberapa tahun lalu, kita punya tagline, Blogger Subang, moal gagal.

Banyak kenanangan yang terlukis indah di sana. Dari mulai buka puasa bersama selama sepekan di pesantren multimedia bareng anak2 smk bp, bertatap muka dari sekolah ke sekolah, sampai kedatangan mereka waktu saya terkapar di RS mata Cicendo, Bandung.

Yups, kalian emang kawan-kawan hebat. Dan hari ini, kerinduan untuk beromantis era “doeloe” memindahkan kehebatan ratusan peserta audisi penulis muda subang berbakat. Sumpah, aku menemuimu atau menunggumu, di sini di bloggerSubang.

Mengembalikan semangat “tulis terus, tulis terus” seperti suami yang menunggu habisnya masa nifas istri yang baru saja melahirkan. Sudah diubun-ubun dan ujung kepala. Ini terlebih provokasi kang ahmad fuadi, santri sukses lewat “Man jada wa jada”.

Dari sekian banyak petuahnya di depan ratusan peserta lomba menulis nonfiksi, ada dua kalimat yang saya catat, dan menjadi bekal. Ahmad fuadi bilang:

“Menulis membuat kita awet muda, karena dengan menulis, meski kita sudah meniggal, tapi tulisan kita tetap ada, sampai melintasi zaman dan melampaui segala batas,”

“Menulis memiliki daya kekuatan lebih dari peluru. Jika peluru hanya menembus satu orang, maka dengan tulisan, bisa menembus jutaan warga,”.

Buat saya, sudah tidak ada lagi bahasa “provokasi” lain setelah ini. Kalimat sang ustadz “man jadda wa jadda” itu sudah tuntas dan berujung.

Yup, kalimat kang fuadi itu sangat menyihir. Bahkan menghipnotis saya untuk tidak beranjak dari Graha Sofia. Lupa, jika pada hari ini istri tercinta genap usianya 28 tahun (kalo tak salah). Beruntung istri tak cemburu, ia begitu tahu, suami macem saya ini punya punya “keanehan” lain, sibuk dengan menulis ketimbang cari fulus.

Mungkin juga dia tahu, ketulusan saya mencintainya, dan mencintainya tanpa syarat itu adalah kado terindah dalam hidupnya, ketimbang harus tiup lilin di kue ultah.

Yups, hari ini bener-bener istimewa. Ketemu dengan orang-orang hebat, blogger Subang, penulis buku best seller, dan didampingi orang-orang hebat juga (anak+istri).

Dan ga kalah hebat, kehadiran “pendatang baru” mbake Tita Terista dan jeung Setya Ridha W. Meski yang satu sudah “senior” dan satunya lagi masih “hijau” keduaya punya semangat untuk berubah, dan mereka ada apanya. Take and give, itu kesan saya kepada perempuan-perempuan hebat itu…

Untuk kalian, love u somuch. Untuk istri, kehadiranmu dalam hidupku tak kan tergantikan, sekalipun oleh diri saya sendiri!