Kita tidak hebat, kawan

Ya, kita tidak hebat. Pada satu titik, kita akan menikmati lezatnya kesehatan yang sering kali kita acuhkan dan hiraukan. kenikmatan ini lah yang sering kita anggap bukan kenikmatan.


Dengan sakit, Tuhan mengingatkan kita, jika sehat itu mahal. Tuhan pun berpesan, kita tidak lengah dan lalai menjaga dan mengelola kesehatan. Bahkan Tuhan pun menjewer, jika sehat adalah bagian nikmat.

Yups sudah 3 hari ini, Tuhan berpesan, mengingatkan dan menjewer. Ia mengingatkan dengan pilek, kepala pening dan batuk. Mungkin Tuhan “protes” beberapa minggu ini, malam-malam saya dihabiskan dengan kongkow di teras sampe pagi dini hari.

Saya alfa, seperti halnya mesin, tubuh manusia punya hak untuk diam, tak beraktivitas dan istirahat. Ketika hak itu tidak diberikan, wayahnya, sakit datang. Kalau sudah begini, baru sadar jika dalam 24 jam, seperempatnya adalah waktu istirahat.

kalo sudah begini, opo obate rek? Makan! Yup makan, dan istirahat. Karena satu-satunya obat mujarab adalah nasi. Karena ketika kita sakit, ada sel tubuh yang rusak, memperbaikinya dengan menambal yang rusak.

Obat, bagi saya adalah racun. Percuma minum obat, kalau tidak dibarengi dengan nasi ya sama saja nambah penyakit. Dan itu sudah dari lahir selalu begitu kalau didera sakit.