Pemekaran subang ambisi sesaat?

Masih inget soal pemekaran kabupaten Subang yang digedor oleh forum perintis pemekaran subang? Sekarang gimana kabarnya ya? Atau hanya ambisi sesaat saja?

Masih ingat betul waktu ekspos hasil kajian pemekaran Tim kajian dari PT. Saecon Consulting, Bandung di hotel Lotus, Senin (19/12). Saat itu tim menyebutkan dari hasil kajian dan data sekunder yang dimilikinya, nilai kemampuan ekonomi dan keuangan daerah pantura belum memenuhi kriteria kelulusan.

Dari yang seharusnya nilai kemampuan ekonomi minimal antara 60-75 sementara dari hasil kajiannya calon daerah otonom baru itu hanya mampu sampai angka 40. Sementara kemampuan keuangan hanya berada di angka 20.

Jika merujuk pada pasal 6 ayat 3 PP No. 78/2007 soal pemekaran, maka kesimpulan dari kajian pemekaran daerah kabupaten Subang tidak direkomendasikan.

Tapi kata juru bicara PT Saecon Comunication Bambang Sudarya, peluang Pantura untuk pisah dari Kabupaten Subang masih terbuka kalau keinginan itu tetap diperjuangkan. Apalagi pemerintah pusat menyatakan moratorium pemekaran daerah hingga 2014 mendatang. Artinya masih ada waktu untuk pembenahan-pembenahan yang dianggap masih kurang sampai 2014 nanti.

Waktu itu, ketua forum perintis pemekaran subang bambang herdadi walkout dari ekspose. Ia sesumbar akan melakukan evaluasi bahkan akan mengerahkan massa ke DPRD. Faktanya? Wallahu a’lam.

Saya tidak memprovokasi mereka utk turun ke lapangan. Tapi kalau ditengok-tengok dan semangat (sebagian) warga pantura untuk pisah, tokoh-tokoh fppks itu seharusnya bisa mempertanggung jawabkan.

Lagi-lagi itu penting dilakukan untuk mematahkan kesan pemekaran ambisi sesaat, atau yang paling sadis tudingan hanya nyari “proyek” dan wacana pemekaran.

Soal anggaran Rp200 juta dari pemkab, sudah lah lupakan saja. Uang itu sangat kecil, meskipun bisa menjadi besar kalau hanya untuk nyewa tim survey…