Siapa bilang menulis itu susah?

Ya, kata siapa menulis itu susah? Orang menulis itu kan kebiasaan sehari-hari bahkan semenit-menit. Dan kalau ada yang bilang menulis itu susah, artinya yang susah itu bukan menulisnya tapi orangnya yang susah (orang susah).

Tapi betul juga kalau ada yang bilang menulis itu susah alias sulit. Karena, kebiasaan terburuk kita itu, baru rencana untuk menulis sudah berfikir hasil dan mengkhayal kita jadi penulis handal yang banyak kata-kata ilmiahnya.

Sedikit detail, kenapa menulis itu susah, seperti di bawah ini:

1. Berfikir keras untuk memulai menulis dan masuk paragrap pertama

2. Berfikir hebat “saya penulis handal” dan harus lebih bagus atau setidaknya sama dengan penulis itu

3. Berfikir narsis “menulis biasa-biasa saja sama dengan mengerdilkan diri sendiri dan jadi bahan olok-olokan” secara saya orang hebat

4. Berfikir beken “tulisan saya harus dimuat di media keren”

5. Kebanyakan mikir, mau nulis apa.

Kalau 5 rukun kegagalan menulis itu sudah dilakukan salah satunya atau semuanya, maka selamat anda menjadi pengkhayal sebagai penulis atau penulis khayalan

Nah terapi untuk menangkal 5 rukun itu, cukup 2 saja, yaitu:

1. Lakukan saat ini juga
2. Tuangkan semua yang ada di otak
3. Baca, baca, dan baca lagi sambil mengkoreksi.

Kemana tulisan kita dikirim?

Setelah menulis selesai, masalah berikutnya adalah bingung tulisan kita dikirim kemana. Nah, kebingungan ini sebenarnya yang disebut Tomcat, berbahaya tapi tidak mematikan.

Kalau mau dan sudah pede, kirim saja tulisan kita ke media, maksimalnya ke media yang ada di daerah kita. Tapi syaratnya, kita harus siapkan mental, tulisan kita tidak dimuat hehehe

Nah dari pada dibikin stres, mending kita bikin media (online) sendiri. Selain tulisan kita dijamin 101% dimuat, kita juga jadi pengelola “media” yang kita buat.

Kenapa media online, gratis, ga berbiaya, yang bacanya dari seluruh penjuru dunia, bahkan sampai di neraka kalau ada koneksi internet.

Karena dalam perkembangannya (sejak beberapa puluh tahun lalu), banyak fasilitas online yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi “media” yang kita kelola sendiri dan menampung karya kita.

Media tersebut, biasa dikenal dengan istilah “Blog”. Dalam pemahaman sederhanan blog sebagai diari maya yang bisa diisi apa saja dan tulisan tentang apa saja. Nara bloger kerap mengkiyaskan, kepribadian dan kecenderungan blogger itu akan terlihat dari blog-nya.

Mudah bukan?
Ayo tulis terus, terus tulis…