datangkan uang dari social media

Diakui atau tidak, saya, dan jutaan remaja indonesia sudah terjerat dengan dunia maya, seperti twitter dan facebook. Hampir, setiap jam kita tidak melewati waktu untuk sekedar check atau nulis status.

Bahkan untuk itu kadang kita rela harus berlapar-lapar dan “kehilangan” teman dekat kita. Ada kenikmatan tersendiri memang kalau sudah berselancar di dua jejaring sosial. Pertanyannya, apa yang kita dapatkan dari situ selain puas?

Mendapatkan lebih dari sekedar puas, tentu saja jauh lebih puas dari kepuasaan itu sendiri. Hanya saja, kadang kita tidak berani meningkatkan satu level saja saat kita berselancar di jejaring sosial itu.

Saya kira tidak salah dan tidak haram mendapatkan materi dari kebiasaan itu. Apalagi, mendapatkan “apapun” itu dengan kita tidak keluar dari kebiasaan online. Tentu mendapatkan uang dari facebook atau twitter, akan mendapatkan double kepuasaan.

Sebelum bicara langkah-langkahnya, saya mau mengatakan, kalau twitter atau facebook sebagai sarana untuk mendapatkan materi, bukan dari facebook dan twitter-nya.

Ada tiga langkah setidaknya untuk mendatangkan uang dari jejaring sosial. Yaitu:

1. Jejaring sosial sebagai media promo
Memiliki follower atau teman banyak adalah pasar dari produk yang kita tawarkan. Apapun produknya, bisa kita promokan di sana.

Jangan pernah berfikir kita tidak memiliki produk. Karena sejatinya produk itu ada di depan mata kita. Tinggal butuh keberanian untuk mengambilnya. Artinya, anggaplah kita sebagai marketingnya, dan kita promokan di jejaring sosial itu.

Tentu saja, setiap barang yang terjualn kita akan mendapatkan persentase. Kalau kita bisa memaksimalkan itu, sungguh kita orang beruntung. Usaha tanpa harus modal atau mendapatkan uang dari kebiasaan kita.

2. Jadilah twitter atau facebooker holic.
Jika sudah berselancar di dunia maya seperti twitter dan facebook, maksimalkan saja. Posisikan kita sebagai twitter-facebooker holic. Selalu maksimal setiap kita browsing atau tulislah apapun kegiatan kita dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Anggap saja angin lalu, ketika ada yang bilang alay, galau atau lebay. Tumpahkan sepuas-puasanya apa yang ada di otak kita, apa yang kita lihat, dengar dan rasakan saat itu. Tulis itu semua secara konsisten dan kontinu.

Nah setelah puas dengan status2 itu, cobalah menjelang tidur, kita rangkum status selama sehari penuh itu kemudian kita kembangkan dan dibuat alur cerita yang menarik, tentu saja dibumbui intrik-intrik lain agar ccerita bisa semakin hidup. Tidak perlu banyak-banyakn cukup 1-2 halaman.

Nah begitu selesai, tulisan itu kita copy-paste ke note facebook atau blog peribadi kita. Lakukan itu terus berulang-ulang dan terus menerus. Nah kalau kita sudah pede, coba karya tulis itu kita lempar ke media. Kalau dimuat, ratusan ribu sudah menanti.

Atau, jika kegiatan menulis cerita dari perjalanan sehari itu dilakukan terus menerus, saya kira dalam 6 bulan, kita bisa menelorkan buku cerita remaja. Banyak lho penerbit buku yang mau. Ga ada yang nyangka kan, dari kebiasaan nulis status facebook itu membawa kita jadi penulis muda.

3. Mencari teman sebanyak-banyaknya
Kalau yang ini buat kita yang males nulis status atau promo produk. Dan ini untuk yang terakhir ini, cocoknya di twitter. Karena di fb itu jumlah pertemanan dibatasi sampe 5.000. Sementara di twitter sampe jutaan follower.

Bagaimana bisa dapet uangnya? Jiah ojo ke susu masbro kalem aja. Saya narik nafas dan nyeruput kopi dulu.

Oke. Untuk yang ketiga ini cenderungnya kita dagang jasa, mirip2 pak pos atau apalah yang tugasnya penyampai pesan. Yang ini lumayan berat emang, karena kita wajib punya puluhan bahkan ratusan ribu follower.

Nah, taruhlah kita punya follower sampe 50.000. Jumlah follower itu jelas sangat potensial untuk promosi apapun. Karena sekali kita menulis kicauan, setidaknya 50% nya orang baca tulisan kita.

Dg jumlah potensi itu, ini berpeluang kantor berita online, atau perusahaan (toko) untuk memanfaatkan jasa kita menyebar produk (iklan) mereka. Kita akan menjalin kemitraan dengan mereka. Di situ muncul kesepakatan atau kontrak, misalnya perbulan berapa ribu kah dll. Kalo 1 produk saja kontrak 1 bulan Rp100.000, kalo 5 produk? Udah jelas Rp500.000 sudah di tangan kita, dg tanpa kita bekerja gila.

Kayanya masih belum kebayang ya yg bab ini? Masih belum nagkepnya maksudnya.

Gini deh, maksud saya ini lebih pada kita memanfaatkan manfaat twitter aja. Inget kan waktu gerakan penggulingan di mesir? Nah sedahsyat itu twitter, buat mereka yang punya follower. Nah kedahsyatan itu yang bisa kita manfaatkan untuk menjual “jasa antar pesan”…

Heh, udah dulu ah. Capek juga ngetik begini. Maklum bukan di notebook, jdi repot. Kalo yang belum faham soal di atas, silakan interaski aja di twitter saya @siiannas