Cak Nun : Muhammadiyah Seperti Emas yang Belum Disepuh

Muhammadiyah harus mengerti bahwa ia memiliki potensi yang besar. Muhammadiyah sekarang seperti emas yang bertaburan yang belum disepuh, potensinya besar tetapi belum maksimal berkontribusi bagi masyarakat

Demikian kritik yang dilontarkan oleh Emha ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun saat memberikan ceramah pada acara Temu Tani dan Nelayan Nasional yang deselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Dalam acara yang berlangsung di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Yogyakarta selama empat hari (29/06/2010 s.d. 02/07/2010) tersebut, Cak Nun memberikan ceramah dengan tema Budaya Agraris di Indonesia: Dulu, Kini, dan Esok.

Dalam ceramahnya, Cak Nun menyampaikan sejarah pertanian sudah dimulai sejak Kerajaan majapahit. “Tulang punggung perekonomian dihasilkan paling banyak dari hasil pertanian yang menguatkan sendi-sendi landasan pemerintahan kerajaan dimasa itu”, paparnya. Budayawan tersebut mengutarakan saat ini petani sudah tidak memiliki kedaulatan lagi, ia berharap Muhammadiyah sebagai organisasi besar bisa mengambil alih posisi itu untuk menyejahterkan para petani dan nelayan dengan sistem perdagangan yang maslahat tanpa mengganggu program kerja dari pemerintah.

Lebih lanjut, ayah dari vokalis Letto itu berharap agar MPM bisa membentuk karakter petani dan nelayan yang kreatif, produktif, dan berencana stratejik. Ia kemudian menutup dengan pernyataan yang menarik. “Muhammadiyah perlu mempersiapkan calon presiden di tahun 2014, kita harus berpolitik, karena Rasululah juga berpolitik, asalkan sesuai dengan ayat Al Quran dan Al Hadist”, ungkapnya. muhammadiya.or.id