Cak Nun: Malaysia Salah Klaim

Budayawan Emha Ainun Nadjib menyatakan tindakan Malaysia yang mengakui beberapa budaya asli Indonesia menjadi miliknya dianggap salah klaim. “Dan ironisnya Pemerintah Indonesia hingga kini belum memiliki kebijakan untuk menyelesaikannya,” kata Emha Ainun Nadjib usai tampil di Alun-alun Gresik bersama grup musik Kiai Kanjeng, Rabu (9/9) seperti dikutip ANTARA.

Cak Nun sapaan akrab Emha Ainun Nadjib mencontohkan, orang asli Lamongan menjual soto di Hawai, memang ketika diidentifikasi secara hukum sah apabila soto itu disebut soto Hawai, tetapi salah apabila soto tersebut diklaim milik Hawai. Sama kasusnya dengan klaim yang dilakukan Malaysia, katanya reog di Malaysia sah secara hukum apabila disebut reog Malaysia.

“Tidak menjadi masalah ketika Reog Malaysia copyright atau hak ciptanya Malaysia. Salahnya, ketika reog tersebut diklaim milik Malaysia. Reognya itu tetap milik Ponorogo,” kata Cak Nun.

Lebih jauh Cak Nun mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak memiliki kemampuan menyelesaikan kasus ini. “Sudah saya cek ke Cikeas, Presiden menjawab, pihaknya belum mempunyai policy, sebab ini masalah hukum internasional,” kata Cak Nun menirukan SBY.

Cak Nun menilai kasus ini lebih dari sekadar hukum internasional, tapi masalah martabat bangsa Indonesia yang telah diinjak-injak. Disebutkan, beragam hubungan dengan luar negeri, mulai dari hubungan yuridis, hukum internasional, hubungan diplomatik, dan hubungan kebudayaan. “Seorang lelaki menyatakan cintanya kepada seorang wanita saja ada puluhan cara, kenapa negara kita menghadapi kasus ini tidak punya cara?” katanya.

Menurut Cak Nun, setiap masalah harus merefleksikan kecerdasan untuk menentukan formula solusinya. Sayangnya, Cak Nun enggan ketika dimintai contoh konkret cara tersebut