Geliat Panti Pijat Plus-plus (2)

Operasi Bunga yang digelar Polda Metro Jaya membuat para pengelola pijat plus di Jakarta memutar otak, agar usaha mereka tetap berjalan lancar. Hal itu terlihat dalam penelusuran okezone di salah satu spa di Jakarta Barat, akhir pekan kemarin.

Aktivitas di tempat spa tersebut tetap berjalan seperti biasa, tidak ada suasana yang berbeda atau kekhawatiran, meskipun lokasi ini pernah menjadi digerebek Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Setelah mandi air panas, pengunjung diminta untuk memilih wanita yang akan memijatnya nanti. Saat memilih, belasan wanita muda dan cantik dengan berpakaian seksi berwarna merah marun tampak duduk-duduk di sofa.

Menurut seorang karyawati yang tidak mau disebutkan namanya, sejak tempat pijat ini digerebek beberapa waktu lalu, pihak pengelola mengeluarkan kebijakan baru. Yaitu, setiap wanita pemijat dilarang melakukan hubungan seks dengan pengunjung di lokasi ini.

“Paling jika mau ML (making love/ngeseks) silakan di hotel (terdekat) saja. Kami hanya menyediakan wanitanya saja,” ujarnya.

Hal serupa juga diakui salah satu wanita pemijat bernama Reni (20). Dia mengaku mendapatkan larangan untuk berbuat seks di tempat pijat. Namun, bukan berarti dia tidak melakukan seks dengan pengunjungnya.

Wanita yang pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl selama setahun ini mengaku jika pengunjung mengajak untuk melakukan seks, dia akan mengajak tamu tersebut ke hotel yang terdekat, setelah tarifnya disepakati.

Sebelum penggerebekan, biasanya di tempat ini terdapat pelayanan plus-plus. Selain melakukan hubungan badan atau seks, pengunjung juga ditawarkan body message alias pijat dengan badan. Biasanya pijat jenis ini, pengunjung akan mendapatkan pijatan dengan menggunakan badan di wanita pemijat tanpa menggunakan busana. Selain itu, wanita pemijat juga menawarkan mandi kucing kepada pengunjungnya. (okezone.com)