Tentang

Annas Nashrullah, lahir dan besar sampai MTsN di Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Majalengka, Jawa Barat. Selepas MTs melanjutkan pendidikan di MA Darunnajah Jakarta, sampai akhirnya lulus S1 di STAI Darunnajah Jakarta.

Saat duduk di bangku kelas 2 MTsN tepatnya bulan April 1994, ayah meninggal dunia oleh sesuatu yang di luar nalar manusia, penyakit aneh tapi nyata. Dampak keperagian ayah, jenjang pendidikan nyaris terancam. Karena hasil ibu ngojek setiap pagi, mustahil bisa membiayai pendidikan.

Puji Tuhan, berbekal kemauan, bisa masuk di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, dengan mengambil jalur beasiswa (ashabunnajah) yang ada di yayasan itu. Beasiswa itu dengan harus mengabdikan diri setahun sebelum masuk sekolah.

“Pengabdian” saya dari mulai jadi tukang sapu di kantor sampai jadi pelayan kantin. Alhamdulillah, kemauan dan berkat air mata dan doa ibu, itu semua terlewati sampai akhirnya menyandang gelar Sarjana Hukum Islam, meski ijazahanya sampai sekarang gak pernah tahu.

Selepas wisuda, sempat menikmati jadi pengangguran selama 1,5 tahun. Pada saat yang sama, kerjaan dan kendaraan roda lepas dari genggaman. Kerjaan, yang sebelumnya di Yayasan yang memebesarkan ditinggalkan karena suatu hal. Sementara motor yang jadi satu-satunya bekal merantau di Jakarta, hilang digondol maling. Ini yang saya sebut masa kegelapan.

Tepat bulan Juni 2006, akhirnya saya diterima di Koran Seputar Indonesia edisi Jabar untuk area liputan Kabupaten Subang berkat info dari sahabat R Ferdian Andi R . Pada akhir 2009 saya resign dan kembali menjadi pengangguran selama 6 bulan. Kali ini, saya harus mondok di rumah mertua di daerah Pondok Aren, Tangerang.

Bosan dengan kondisi stagnan dan tidak produktif, apalagi di bawah “tekanan” mertua wa ashabuhu, sekitar bulan Juni 2010 saya kembali ke Subang dengan bekal Rp50.000 dan domain tintahijau.com. Anak dan istri ditinggal di mertua, berat sangat, sangat berat.

Di Subang memulai hidup baru dengan mengelola tintahijau.com. Sahabat Kiki M Iqbal dan Oki Rosgani, orang pertama yang menerima saya. Dari situlah muncul Pesantren Multimedia BloggerSubang dan awal kiprah saya kedua di Kabupaten Subang.

Tekad saya saat itu, TINTAHIJAU.com menjadi satu-satunya media online di Kabupaten Subang dan Pelopor Media Online. Alhamdulillah berkat dukuangan dari siapapun, sampai sekarang tetap eksis dan semakin eksis, serta akan selalu eksis.

Tuhan ora sare, belum habis tahun 2010 keluarga bisa dibawa lagi ke Subang dengan modal nekad. Baru lah awal 2011 saya kembali bergabung di perusahaan media INILAH Media Group untuk inilah.com, inilahjabar.com dan KORAN INILAH sampai Oktober 2012 lalu. Saya resign menjelang Pilgub Jabar menghangat.

Selain mengelola TINTAHIJAU.com,  aktivitas lain kadang suka berbagi, dari mulai soal penulisan, politik, enterpreneur dan lainnya. Biasanya, sidejob ini saya sebut Ngopdar bareng PKI (Ngopi nepi Modar bareng Pecinta Kopi Item).

Bersama keluarga kini tinggal di Subang. Karena bahagia itu sederhana, maka kesederhanaan ini, kami bahagia dengan 1 istri dan dua buah hati hebat.

“berproses itu cara Tuhan menguji kesabaran dan kesiapan kita menjadi pribadi sukses” 

kontak:
Twitter: @BabeMuda

3 Balasan ke Tentang

  1. sempulur berkata:

    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  2. haripitra berkata:

    oke kang, salut buat blogger kita yang satu ini

  3. haripitra berkata:

    minal aidzin wal faidizin…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s